Umar Badarsyah's Blog

A Yurist Learn To Be

Penyidik Independen KPK, Urgen!


Oleh: Umar Badarsyah, peneliti INSURE

Rabu, 12 Mei 2010

Mabes Polri melalui Surat No R/73/03/V/2010/Sde SDM perihal penarikan Anggota Polri yang ditugaskan di lingkungan KPK, meminta KPK mengembalikan empat penyidik yang saat ini bertugas di KPK. Padahal keempat penyidik itu sedang melaksanakan tugas penyidikan pada sejumlah kasus-kasus penting. Keempat penyidik yang diminta Polri tersebut adalah Afif Yulian Miftah, Bambang Tertianto, M Irhamni, dan Rony Samtana.

Dari keempat penyidik, seorang mengusut kasus Anggodo Widjaja terkait dugaan percobaan suap dan menghalangi penyidikan, seorang menyidik kasus dugaan suap sistem komunikasi radio terpadu dengan tersangka Anggoro Widjaja, dan dua orang tengah menangani kasus dugaan suap berupa cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang dimenangkan Miranda Goeltom.

Keempatnya diminta kembali untuk ’sekedar’ mengisi keperluan Polri atas sejumlah perwira menengan sebagai tenaga pendidik sekaligus pengasuh di Lembaga Pendidikan Sekolah Calon Perwira Polri dan Pusat Pendidikan Reserse Kriminal Lemdiklat Polri. Atas permintaan itu Rapim KPK memutuskan menolaknya. Dalam keterangannya, Penasihat KPK Abdullah Hehamahia menyatkaan, penarikan personel Polri yang ditugaskan KPK harus berdasar prosedur. Dalam MoU antara KPK-Polri, personel Polri ditugaskan selama empat tahun dalam satu periode. Penarikan personel sebelum habis satu periode harus dilakukan dalam konteks promosi jabatan atau pangkat. Dari keempat penyidik yang dimintakan Rony dan Bambang sedang menjalani periode keduanya di KPK. Afif bertugas sejak 2006 dan baru akan berakhir pada Desember 2010. Sedang Irhami baru bertugas selama dua tahun.

Melihat bobot-bobot kasus yang sedang ditangani, pos yang akan diisi dan keberadaan MoU, sulit untuk tidak mencurigai ada sesuatu di balik penarikan ini. Polri melakukan tindakan gegabah di saat institusi tersebut sedang dalam sorotan publik terkait kasus makelar/mafia kasus. Sedang hangat ’ketidakadilan’ penanganan kasus Susno dengan kasus-kasus kepolisian yang diadukan Susno, Polri menyulut api dengan upaya yang bisa ditafsirkan sebagai upaya pelemahan KPK.

Terlepas itu semua, ada hal yang perlu segera dilakukan demi memperkuat institusi KPK dari potensi perongrongan. Sudah saatnya KPK diberikan kewenangan untuk mengangkat penyidik sendiri. Dengan demikian tingkat ketergantungannya terhadap penyidik dari institusi lain menjadi berkurang.

Setidaknya ada dua alasan mengapa KPK perlu diberi kewenangan untuk mengangkat penyidik sendiri. Pertama, menjaga independensi KPK. KPK memiliki kewenangan melakukan proses hukum terhadap kasus korupsi tidak hanya kepada pejabat negara tetapi juga terhadap pejabat penegak hukum di institusi penegakan hukum lainnya. Jika kemudian penyidik KPK masih sangat bergantung pada personel penyidik lembaga lain, maka potensi masalah semangat korps dan intervensi lembaga sangat besar. Kedua, penguatan institusi KPK. Pasca UU 20 tahun 2010 tentang perubahan UU 31 tahun 1999 tentang Tipikor, KPK membutuhkan personel tambahan untuk mengantisipasi pendirian Pengadilan Tipikor di seluruh provinsi sebagaimana diamanatkan. Selain itu, pengangkatan penyidik sendiri akan memperkuat dan mengurangi ketergantungan KPK terhadap lembaga lainnya. Sebagai contoh KPK juga masih bergantung pada auditor yang diperbantukan dari Badan Pengawasan Keuangan da Pembangunan. Pada Mei 2009 BPKP meminta 25 auditornya untuk dikembalikan tetapi rencana itu batal karena KPK masih membutuhkan para auditor itu untuk sejumlah dugaan kasus korupsi yang harus diusut.

Kewenangan pengangkatan penyidik sendiri sebenarnya sempat hangat dibicarakan tahun lalu. Terutama sejak sejumlah kasus yang melibatkan oknum-oknum institusi penegakan hukum lain diproses oleh KPK. Seperti kasus Artalyta Suryani I, dan kasus Anggodo, serta babak Cicak-Buaya pada kriminalisasi Bibit-Chandra. Kepengurusan KPK Periode sebelumnya pun mengusulkan agar KPK dapat mengangkat penyidik sendiri. Erry Riyana Pamekas, mantan komisioner KPK beberapa waktu lalu juga menyetujui hal itu sebagai upaya penguatan institusi KPK. Sejumlah ahli pidana seperti rudy Strio dan Topo Santoso dari UI juga mendukung rencana itu.

KPK sebenarnya memiliki landasan hukum untuk melakukan pengangkatan itu. Setidaknya menurut Teten Masduki dari Transparansi Internasional Indonesia Pasal 45 ayat (1) UU KPK yang menyatakan, “Penyidik adalah Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang diangkat dan diberhentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.” Kemudian ayat (2) pasal tersebut yang berbunyi, “Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan fungsi penyidikan tindak pidana korupsi.” , bisa ditafsirkan sebagai landasan bagi KPK untuk mengangkat sendiri penyidiknya.

Hanya saja hingga saat ini KPK belum berani mengangkat penyidik sendiri. Pada titik ini KPK membutuhkan dukungan politik dan peraturan perundang-undangan untuk menyempurnakan kewenangan mengangkat sendiri penyidiknya. DPR dan Presiden serta kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi berperan dalam memperkuat dan mendukung pengangkatan penyidik KPK. DPR dapat melakukannya melalui Revisi KUHAP,dan UU KPK. Sedangkan Presiden berikut jajaran kementerian terkait bisa menyesuaikan aturan kepegawaian dan penganggaran.

Sejak didirikannya KPK arah pemberantasan korupsi di Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Namun selalu terjadi fluktuasi performa KPK. Salah satunya terjadi akibat ketergantungan personel pada tubuh KPK. Demi pemberantasan korupsi dan Indonesia yang bebas dari korupsi, kewenangan KPK mengangkat penyidik sendiri perlu didukung sepenuhnya.

Advertisements

May 13, 2010 - Posted by | Hukum | , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: